BREBES – Menanamkan rasa cinta dan ta’dzim terhadap pesantren sejak dini, Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Falah Jatirokeh menggelar acara Perkenalan Dewan Asatidzh sekaligus pemaparan sejarah berdirinya pondok. Kegiatan khidmat ini diikuti oleh seluruh santri baru dengan penuh khusyuk di aula utama pesantren.
Acara diawali dengan sesi perkenalan jajaran dewan pengajar (asatidzh) yang bertugas membimbing para santri ke depan. Sesi perkenalan ini dipimpin langsung oleh Rois Ma’had (Kepala Pengasuh) PPM Al Falah Jatirokeh, Ustadz Zidni Dlia Arrohman, S.Kom. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan satu per satu dewan guru serta memberikan motivasi kepada para santri untuk meluruskan niat dalam menuntut ilmu di pesantren.
Memasuki acara inti, suasana aula mendadak hening dan penuh khidmat saat Ustadz M. Nafis naik ke atas panggung untuk memaparkan sejarah singkat berdirinya pesantren. Ustadz M. Nafis mengajak para santri baru melakukan napak tilas perjuangan Al-Maghfurlah K.H. Moch. Nasrudin, sosok ulama kharismatik yang menjadi fondasi awal berdirinya lembaga dakwah dan pendidikan ini.
Dalam penuturannya, Ustadz M. Nafis menceritakan bagaimana kegigihan dan keikhlasan Al-Maghfurlah dalam menyebarkan syiar Islam di tanah Jatirokeh hingga akhirnya berkembang menjadi pesantren seperti sekarang.
Tidak hanya itu, beliau juga mengisahkan biografi dan dedikasi K.H. A. Tarsyudi beserta keluarga besar pesantren yang terus merawat, memperjuangkan, dan mengembangkan estafet perjuangan mulia ini hingga menelurkan ribuan alumni.
Pihak pengurus pondok menegaskan bahwa penyampaian sejarah ini sangat krusial bagi santri baru. Dengan mengetahui sejarah, perjuangan, dan tetesan keringat para muassis (pendiri), diharapkan para santri dapat menghargai setiap jengkal fasilitas pondok, tertanam jiwa kepemilikan, serta senantiasa mengalirkan doa untuk para guru dan pendiri agar ilmu yang diperoleh mendatangkan keberkahan.
















