BREBES — Lapangan utama Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, tampak dipadati oleh barisan rapi ratusan peserta didik. Seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh—mulai dari tingkat menengah hingga kejuruan—tumpah ruah menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ustadz Samsul Maarif Faishal, S.H. (Kepala SMP Islam Terpadu Al Falah Songgom) menyampaikan amanat yang sarat akan makna nasionalisme dan karakter kepemudaan di hadapan para santri dan dewan guru dari berbagai unit sekolah.
Dalam amanatnya, beliau mengupas secara mendalam makna tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, yaitu “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Beliau menegaskan bahwa sebagai bagian dari keluarga besar Yayasan Al Falah, para santri dan pelajar dituntut untuk tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepanduan serta kecintaan yang tinggi kepada tanah air.
“Jadilah pemuda yang patriotik dalam tindakan, gigih dalam berjuang, dan berempati dalam bermasyarakat demi Indonesia yang lebih maju,” tegas Ustadz Samsul Maarif Faishal, S.H. saat menyampaikan pesannya.
Lebih lanjut, beliau merinci esensi dari tiga pilar penting tersebut bagi para pelajar:
- Patriotik dalam Tindakan: Wujud nyata cinta tanah air yang diaplikasikan melalui kedisiplinan, menjaga nama baik almamater, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI.
- Gigih dalam Berjuang: Semangat pantang menyerah dalam menuntut ilmu, menguasai teknologi, serta mengasah keterampilan baik di bangku sekolah maupun pondok pesantren untuk menghadapi tantangan zaman.
- Berempati dalam Bermasyarakat: Kepedulian sosial yang tinggi, memiliki rasa solidaritas antarsesama, serta senantiasa siap berkontribusi positif di tengah lingkungan masyarakat.
Prosesi upacara berlangsung khidmat, ditandai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 yang menggema tegas di kompleks pesantren.
Melalui momentum ini, seluruh civitas akademika di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh berkomitmen untuk terus merawat semangat persatuan, memperkuat kolaborasi antarsatuan pendidikan, dan mencetak generasi muda Islam yang cerdas, tangguh, serta berkarakter bagi kemajuan bangsa.


































