BREBES – Kegiatan Muhadloroh (latihan pidato dan public speaking) resmi dibuka oleh Gus Arman. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan santri yang antusias untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum.
Dalam mauidhoh hasanah-nya, Gus Arman menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak bagi para santri di era modern.
“Santri itu gudangnya ilmu. Tapi kalau ilmunya tidak bisa disampaikan dengan baik kepada masyarakat, maka kebermanfaatannya kurang maksimal. Di sinilah pentingnya public speaking sebagai jembatan dakwah,” tutur beliau.
Tips Tampil Percaya Diri: Bukan Hal yang Sederhana
Sesi menjadi semakin interaktif saat memasuki tanya jawab. Salah seorang santriwati mengajukan pertanyaan yang sering menjadi momok banyak orang: “Bagaimana caranya agar bisa tampil percaya diri (PD) saat berbicara di depan banyak orang, Gus?”
Mendengar pertanyaan tersebut, Gus Arman tersenyum dan memberikan penjelasan yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa membangun rasa percaya diri di atas panggung bukanlah perkara yang sederhana atau bisa didapatkan secara instan.
- Bukan Hal yang Instan: Rasa percaya diri dibentuk dari jam terbang, mental yang terlatih, dan persiapan yang matang.
- Wajib Menguasai Materi: Salah satu kunci utama kelancaran berbicara adalah menguasai materi secara mendalam.
- Logika Penguasaan Materi: Gus Arman menjelaskan, ketika kita paham betul apa yang kita bicarakan, secara otomatis otak akan lebih tenang, alur bicara menjadi teratur, dan rasa gugup akan hilang dengan sendirinya. Sebaliknya, sehebat apa pun teknik bicaranya, jika kosong materi, panggung akan terasa menegangkan.
Pesan untuk Para Santri
Di akhir sambutannya, Gus Arman berpesan agar para santri tidak takut salah atau gemetar di awal-awal latihan. Kegiatan Muhadloroh inilah yang menjadi wadah terbaik untuk menghabiskan “jatah gagal” dan salah, hingga nantinya siap terjun dan menjadi orator yang handal di tengah masyarakat.











