Pentingnya Meningkatkan Pengawasan Orang Tua Kepada Anak Saat Libur Sekolah

Libur sekolah semester gasal tahun ajaran 2023/2024 telah tiba. Liburan sekolah merupakan waktu yang sangat ditunggu oleh peserta didik, mereka pasti menyambut hal tersebut dengan senang dan gembira. Banyak rencana yang telah disusun untuk menikmati masa liburan, mulai dari menghabiskan waktu bersama keluarga baik di rumah atau pergi jalan-jalan, hingga bermain bersama teman-teman.

Namun perlu dicatat dalam libur sekolah penting sekali pengawasan orang tua terhadap anaknya, terutama dalam pergaulan dan kegiatan mereka untuk mengisi waktu libur. Orang tua tidak boleh lengah dalam mengawasi anak-anaknya. Sebab, dewasa ini pergaulan sudah berkembang dengan berbagai rupa, menembus batas-batas ruang dan waktu. Dan itu tak jarang menjadi pintu masuk hal-hal negatif. Lebih dari itu, orang tua tidak boleh bosan untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda agar tetap dibawah pengawasan orang tua dalam pergaulan sehingga tidak sampai merusak dirinya, masa depan, dan juga keluarganya.

Sangat diperlukan sekali konsep dan kendali orang tua untuk aktivitas liburan anak agar tidak mengarah pada hal-hal negatif serta berdampak pada buruknya karakter anak yang telah susah payah dijaga melalui kerja sama orang tua dengan sekolah. Maka dari itu momen liburan ini seyogyanya mampu mengembalikan kesadaran bahwa beban utama pendidikan anak sepenuhnya ada di pundak orang tua.

Dilansir dari kompasiana.com, berikut merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga anaknya dari hal-hal negatif selama libur panjang.

1. Menerapkan aturan yang jelas di rumah

Aturan yang jelas dan konsisten yang diterapkan di rumah adalah cikal bakal pembentukan karakter anak. Orang tua yang menerapkan aturan jelas dan tegas akan membuat anak memiliki kendali sendiri dalam perilakunya.

Aturan untuk menjalankan ibadah tepat waktu, selalu pamit jika hendak bepergian, memberi kabar dimanapun berada, dan mewajibkan pulang lebih awal sebelum petang hari adalah beberapa aturan yang bisa diterapkan untuk membatasi pergaulan anak.

Hal ini tentunya tidak hanya diterapkan pada musim liburan, melainkan disepakati sejak awal, sehingga pola-pola tersebut sudah biasa dilakukan dan dipatuhi anak-anak.

2. Kenali teman-teman anak, jika perlu membangun komunikasi dengan para orangtuanya

Mengenali satu per satu teman main anak diharapkan dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Bersyukur pula ketika kita pun dapat berkomunikasi dengan orang tua mereka untuk saling menitipkan dan berbagi pengawasan.

3. Sering mengajak anak diskusi

Memberikan arahan dan membatasi pertemanan anak tentunya tidak mudah. Terlebih anak-anak yang sudah memiliki keinginan dan kesenangannya sendiri. Maka berdiskusi secara terbuka dan menyenangkan, adalah salah satu cara yang tepat untuk menggali informasi lebih banyak dari anak.

Dengan diskusi santai kita akan lebih mudah mengetahui apa yang sedang dirasakan anak, dengan siapa mereka bergaul, bahkan kita memiliki banyak kesempatan untuk memberikan arahan dan asupan positif pada anak.

Orang tua yang terbuka membuat anak lebih nyaman bicara dan nyaman berada di rumah. Buatlah mereka lebih banyak berbicara dengan orang tuanya daripada harus berkeluh kesah kepada orang lain yang belum tentu bertanggung jawab atas keselamatan mereka.

4. Mendukung dan memfasilitasi hobi anak

Anak-anak memerlukan penyaluran energi yang lebih banyak daripada orang dewasa. Mereka butuh bergerak lebih banyak.

Dukung mereka untuk menyalurkan hobinya. Biarkan anak perempuan atau laki-laki menghabiskan energi mereka di tempat olahraga, atau menguras fokusnya pada les musik, menggambar dan atau kegiatan lainnya. Dengan begitu kesempatan untuk bergaul dengan orang yang tidak jelas dapat diminimalisir.

5. Awasi aktivitas anak saat menggunakan gadget

Mungkin sebagian orangtua merasa tenang ketika anak-anaknya berdiam diri di rumah. Namun jangan salah, pengaruh media sosial kini jauh lebih berbahaya. Maka para orang tua bisa memberikan aturan penggunaan gadget dan penerapan internet positif pada anak.

Memperbanyak aktivitas fisik bersama keluarga seperti membersihkan rumah sama-sama, mengajak anak laki-laki mencuci mobi dan membersihkan halaman atau mengajak anak perempuan memasak di dapur adalah salah satu dari banyaknya aktivitas yang bisa mengalihkan fokus anak pada gadget.

6. Mengunjungi tempat wisata bersama keluarga

Ditengah kesibukan kerja orang tua, luangkan waktu sejenak untuk berkumpul bersama keluarga atau pergi berlibur bersama. Hal ini dapat memperkuat hubungan satu sama lain di dalam keluarga terutama antara anak dan orang tua, kehadiran orang tua sangat dinantikan anak ketika momen libur sekolah, selain menghabiskan waktu bersama, pergi dengan keluarga juga dapat meningkatkan kehangatan dan kerukunan di dalam keluarga. Hal ini dapat meminimalisir aktivitas anak di luar sana bersama teman-temannya yang mungkin dapat membawa efek buruk pada diri anak.

Selain pengawasan anak untuk aktivitas dan pergaulannya selama liburan, awasi pula ibadah mereka. Agar senantiasa selalu menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangannya-Nya dimanapun berada.


Menjadi orang tua tidaklah mudah. Mari terus belajar menjadi orang tua yang baik untuk menyelamatkan keturunan kita dari hal-hal negatif yang membahayakan mereka.
Semoga bermanfaat!

      

Facebook
WhatsApp
Telegram
Facebook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Scroll to Top